Ekowisata di Pulau Lombok


Pernahkah mendengar nama Lombok? Atau bahkan pernah berkunjung?
Lombok merupakan pulau kecil di timur Indonesia.
Mendengar nama Lombok mungkin masih asing bagi beberapa orang, namun beberapa tahun belakangan ini pariwisata Lombok mulai menggeliat, membuat namanya kian naik daun.

Lombok, bisa dibilang paket komplit untuk destinasi wisata, kenapa? Tidak hanya memiliki panorama alam yang indah, pulau ini juga menawarkan wisata budaya, dengan keramahan orang-orang yang tinggal di dalamnya, dan juga toleransi antar umat beragama penduduknya. Lombok memiliki sejuta pesona yang dapat membuat setiap orang yang datang tertarik dan takjub.
               Lombok memiliki begitu banyak tempat yang luar biasa untuk dijelajahi! Anda dapat menemukan air terjun yang menakjubkan, Anda juga dapat mencoba mendaki gunung Rinjani, dan menjelajahi banyak pantai yang indah dengan pasir putih.
Membicarakan keindahan wisata Lombok memang taka ada habisnya.
Namun disini, saya tidak hanya ingin menulis tentang keindahan wisata Lombok, tapi juga ingin melihat wisata tersebut dari sudut pandang yang berbeda, yakni potensi dan penerapan Ekowisata
Apa itu Ekowisata?
Ekowisata merupakan konsep kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.
Konsep ekowisata ini sudah dikembangkan di beberapa destinasi wisata di Indonesia, karena perkembanganya selalu konsisten dengan dua prinsip dasar yaitu memberikan keuntungan ekonomi langsung kepada masyarakat lokal dan turut memberikan andil dalam pelestarian lingkungan.
Akan tetapi yang saya lihat, konsep Ekowisata ini belum diterapkan secara konsisten pada wisata-wisata yang ada di Pulau Lombok. Padahal potensinya sangat besar.
Melalui tulisan ini saya ingin sedikit bercerita. Alhamdulillah saya telah berkesempatan mengunjungi sebagian besar tempat wisata di pulau Lombok, mulai dari Perbukitan, Hutan, Pantai, Air Terjun, maupun situs-situs budayanya. Tempat-Tempat tersebut yakni: Gili Kondo, Pantai Pink, Air Terjun Koko Joben, Air Terjun Jeruk Manis, Air Terjun Benang Stokel, Bukit Pergasingan, Desa Sembalun, Air Terjun Tiu Kelep, 3 Gili Di KLU (Gili Trawangan, Gili Air, Dan Gili Meno), 3 Gili Di Sekotong (Gili Nanggu, Gili Kedis Dan Gili Sudak), TWA Sesaot, KEK Kuta, TWA Gunung Tunak, Ekowisata Mangrove, Batu Payung, Pantai Mawun, Pantai Selong Belanak, Bukit Merese.
Banyak ya? Hehe itu hanya sebagian dari banyak wisata indah yang ada di Pulau Lombok, sayapun sebagai orang asli Lombok sendiri belum habis dan tak bosan mengunjunginya.
Disini saya tidak akan menceritakan semua wisata yang telah saya kunjungi, namun ada beberapa tempat wisata yang menurut saya sudah menerapkan konsep Ekowisata, namun juga ada yang belum menerapkan akan tetapi berpotensi untuk dijadikan Ekowisata, berikut ulasannya:
Gili
Lombok memiliki banyak pulau kecil yang kami sebut 'Gili'. Di Lombok utara ada 3 gili yang sangat populer, ada Gili trawangan, Gili meno, dan Gili Air. Di Gili wisatawan biasanya diving dan snorkeling untuk menyaksikan keindahan bawah laut, bisa berenang atau sekadar bersantai, dan menikmati sunset yang indah.
Saya berkesempatan berkunjung ke 3 gili tersebut pada bulan Juni 2018 lalu, menemani teman kakak saya dari University Malaya.
Di sepanjang perjalanan, jika kita berangkat dari kota Mataram menuju Lombok Utara melalui jalur senggigi, kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa, pantai biru yang panjang, dengan jalan yang berliku, rimbunan pohon kelapa dan perbukitan.
Di Kawasan 3 gili ini,terutama gili trawangan yang menurut saya ialah paling ramai diantara 3 gili tersebut, sudah terdapat fasilitas lengkap seperti fasilitas penginapan, toko-toko, bahkan tempat ibadah/masjid.
Hal yang unik bagi saya ialah, di gili trawangan kita dapat menemukan penduduk lokal yang mendiami gili ini sendiri, yang dimana pada gili atau pulau kecil biasanya tidak ada penduduk/tidak berpenghuni. Namun disini kita ita dapat melihat warga lokal berinteraksi dengan pengunjung yang mayoritas adalah turis asing. Kemudian juga di gili ini terdapat transportasi yakni cidomo dan sepeda, namun disini kita tidak akan menemukan sepeda motor, karena gili ini adalah tempat tanpa polusi, ‘katanya’. Alat transportasi cidomo dan sepeda ini biasanya disewakan oleh penduduk sana kepada wisatawan untuk digunakan berkeliling gili.
 
Sumber: google
Daya Tarik 3 gili ini ialah keindahan bahari, terumbu karangnya masih terjaga, banyak wisatawan datang untuk menikmati keindahan bawah laut dengan snorkeling atau diving, terdapat ciri khas pemandangan bawah  yang berbeda di setiap spot. Digili trawangan spotnya cenderung terdapat banyak ikan dengan terumbu karang yang masih terjaga, kemudian di gili meno terdapat patung bbuatan berbentuk manusia, berdasarkan informasi yang saya peroleh patung-patung ini berguna untuk konservasi terumbu karang, kemudian di gili air cenderung banyak penyu.
 
                        Sumber: google                                                           sumber: doc pribadi
Selain itu, kita juga bisa menikmati sunrise di pagi hari dan sunset di sore hari, kerana gili ini menghadap timur dan barat.
Berdasarkan ulasan di atas, menurut saya, Kawasan 3 gili ini sudah menerapkan konsep Ekowisata,terlihat dari konservasi alam yang ada disana, kemudian partisipasi masyarakat lokal dalam pariwisatanya.

Sembalun
Sembalun adalah sebuah desa yang terletak di kaki gunung rinjani, salah satu desa agrowisata di Lombok Timur. Sembalun memiliki daya tarik tersendiri, udaranya yang sejuk, juga menawarkan pesona alam pegunungan dan perbukitan hijau berjejer yang sangat memanjakan mata. Akhir-akhir ini banyak warga setempat yang memanfaatkan peluang wisata denganmembuat spot-spot selfi.
Sumber: google
Desa ini meraih penghargaan sebagai destinasi bulan madu halal terbaik (World’s Best Halal Honeymoon Destination) 2016 lalu. Selain bisa merasakan atmosfir pergunungan, berfoto ria, kita juga bisa menikmati dan memetik langsung buah stroberi disini, atau bahkan menginap di ‘home stay’ or ’Villa’ jika ingin menikmati Sembalun lebih lama. Selain wisata alam, disini juga terdapat wisata budaya, yakni di Desa Adat Sembalun.
Desa Sembalun juga menurut saya sudah menerapkan Ekowisata, terlihat dari alamnya yang terjaga, kemudian kelestarian budaya, dan partisipasi masyarakat sebagai pelaku dalam pariwisata Sembalun.

Desa Sade
Desa ini terletak di Lombok tengah, dihuni oleh masyarakat asli suku Sasak yang masih mempertahan tradisi dan leluhur, mulai dari bentuk rumah, kepercayaan, bahasa sehari-hari hingga adat istiadatnya. Tempat ini tepat untuk dijadikan destinasi wisata budaya. Kita dapat melihat Peresean, rumah adat khas Lombok, pembuatan kain songket khas Lombok, bahkan kita bisa mencoba pakaian adat khas Lombok. Tempat ini sering dijadikan tujuan untuk membeli oleh-oleh bagi para wisatawan yang baru pulang dari Pantai Kuta dan sekitarnya.
 
Sumber: google
Jika pengunjungnya merupakan wisata asing/non lokal, terdapat guide dari penduduk Sade itu sendiri yang akan menemani kita berkeliling dan menjelaskan segala hal tentang desa Sade. Selain itu, kita juga dapat belajar dan mencoba langsung bagaimana membuat kain Songket khas Lombok. Menyenangkan bukan?
Tempat ini juga menjual oleh-oleh khas Lombok yang merupakan hasil kerajinan dari penduduk Sade itu sendiri. Tempat ini juga menurut saya sudah menerapkan Ekowisata, karena yang saya lihat lingkungannya terkelola dengan baik, kemudian warganya sangat andil dalam mengembangkan dan menjaga wisata Desa Sade ini.

Taman Wisata Alam Gunung Tunak
Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak terletak di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tangah, sekitar setengah jam perjalanan dari Kawasan Kuta.
Saya berkesempatan mengunjungi tempat ini pada Agustus 2017, pada peringatan Hari Konservasi Alam Nasional yang diselenggarakan oleh BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) NTB. Saat itu, akses menuju kesana masih belum sebagus sekarang, masih dalam proses pembangunan.
Sumber:google
Terdapat beberapa spot yang menjadi daya Tarik tempat ini, salah satunya ialah bukit tunak yang bisa dikatakan merupakan icon dari tempat ini. Untuk mencapai spot dengan pesona  biru pantainya dengan pasir putih yang indah diperlukan usaha lebih dikarenakan medan nya yang berat.
Sumber: doc pribadi
Kawasan TWA gunung Tunak ini yang saya lihat merupakan kawasan hutan. Menurut petugas di TWA gunung tunak, di kawasan hutannya terdapat banyak spesies kupu-kupu, mencapai ribuan spesies. Oleh karena itu disana akan di bangun tempat pusat ekologi kupu-kupu, dimana tempat ini bisa dijadikan tempat studi dan pameran. Selain itu, di tempat ini juga terdapat penangkaran hewan rusa yang merupakan icon daerah NTB.
Sumber: doc pribadi
Dari segi penduduknya, saat saya berkunjung ke tempat ini, belum terlihat aktivitas penduduk lokal yang andil dalam Kawasan TWA gunung tunak, seperti berjualan misalnya. Namun berdasarkan informasi yang saya dapat, itu karena wisata gunung tunak baru dibuka secara resmi, ke depan akan diadakan pemberdayaan masyarakat untuk ekowisata seperti capacity building water safety training, pelatihan memasak tradisional, membuat suvenir kupu-kupu, kerajinan barang bekas, pelatihan manajemen kapasitas ekowisata.
Berdasarkan uraian di atas, jelas bahwa Kawasan ini sudah menerapkan Ekowisata.

Taman Wisata Alam (TWA) Aik Nyet Sesaot
TWA Aik Nyet Sesaot terletak di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
Kawasan ini merupakan Kawasan hutan dengan banyak spesies burung dan mata air nya yang jernih. Beberapa waktu lalu pemerintah telah membukanya menjadi tempat wisata dengan menambah pembangunan seperti merapikan jalan di dalam Kawasan hutan, membuat tempat berjualan untuk warga setempat, membuat spot-spot foto yang dapat menarik minat wisatawan terutama anak muda, dan menata tempat pemandian.
 
Sumber:google
Tempat wisata ini menurut saya mirip seperti wisata hutan pinus, namun dengan deretan pohon yang berbeda. Suasanya hijau, sejuk, dan asri. Selain bisa menikmati wisata alamnya, disini juga terdapat warga lokal yang berjualan, kita bisa menikmati kuliner khas Narmada yakni Sate Bulayak.
Sumber: google
Akses menuju tempat ini cukup bagus. Lokasinya tidak begitu jauh dari kota Mataram Tepat untuk dijadikan tujuan wisata bagi anda yang berada di Kota mataram.
            Itulah tadi ulasan wisata yang menurut saya sudah menerapkan konsep Ekowisata. Konsep ekowisata konsisten dengan dua prinsip dasar yaitu memberikan keuntungan ekonomi langsung kepada masyarakat lokal dan turut memberikan andil dalam pelestarian lingkungan.
Ke depan saya sangat berharap banyak destinasi wisata di Lombok dapat menerapkan konsep ekowisata secara konsisten di Pulau Lombok. Tentunya dengan kerja sama pemerintah, dan kita sebagai warga yang andil di dalamnya. Menurut saya konsep Ekowisata sangat bagus untuk diterapkan karena mengedepankan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar, kelestarian budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal menjadi poin penting dalam konsep ekowisata.  Masyarakat harus memegang peran, untuk mempertahankan Lombok dari ‘jajahan’ investor asing, sehingga masyarakat lokal tidak sekedar menjadi ‘penonton’pengembangan pariwisata’.

Itu hanya sedikit dari sekian keindahan dan kekayaan alam maupun budaya yang dapat kita jumpai di pulau yang kecil ini. That’s some the beautiful side of Lombok island, wich makes you must visit Lombok. Are you interested? Let’s come and prove it!

Comments